gambar

gambar
KETUA KELAS

Minggu, 24 Oktober 2010

obat kanker (cisplatin)

CISPLATIN ( Obat Kanker )

NAMA : NI PUTU PRASATYAWATI
KELAS : B/KP/VII
NIM : 04.07.1636

Deskripsi
 Nama & Struktur Kimia :Ciplastina, Cisplatinum.


 Sifat Fisikokimia :
Serbuk berwarna kuning atau kristal berwarna kuning. Sedikit larut dalam air, praktis tidak larut dalam alkohol, larut sebagian dalam dimetilformamida.


 Keterangan :Larutan 0.1 % dalam Na Cl 0,9% mempunyai pH 4.5-6.0


 Golongan/Kelas Terapi :Antineoplastik, Imunosupresan dan obat utnuk terapi paliatif


 Nama Dagang : - Cisplatin Ebewe
- Cispletin Kalbe/Nippon Kayaku
- Cytosafe Cisplatin
- Platinox
- Platosin Combiphar/Pharmachemie
- Cisplatin DBL


 Indikasi : Pengobatan kanker saluran urin, testis dan ovarium.


 Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian :

o Berdasarkan protokol individu. Verifikasi beberapa dosis cisplatin melebihi 100 mg/m per terapi. Anak-anak (unlabeled use).
o Jadwal dosis intermiten: 37-75 mg/m² sekali sehari setiap 2-3 minggu atau 50-100 mg/m² selama 4-6 jam sekali setiap 21-28 hari.
o Jadwal dosis harian: 15-20 mg/m²/hari untuk 5 hari setiap 3-4 minggu.
o Sarkoma osteogenetik atau neuroblastoma: 60-100 mg/m² pada hari 1 setiap 3-4 minggu.
o Kekambuhan tumor otak : 60 mg/m² sekali sehari untuk 2 hari berturut-turut setiap 3-4 minggu.
o Transfusi sum-sum tulang sel darah: Infus berkelanjutan: dosis tinggi: 55 mg/m²/hari untuk 72 jam; dosis total = 165 mg/m²
Dewasa:
o Kanker saluran urin tahap lanjut: 50-70 mg/m² setiap 3-4 minggu.
o Kanker leher dan kepala (unlabeled use): 100-200 mg/m² setiap 3-4 minggu.
o Malignan pleural mesotelioma dalam kombinasi dengan pemetrexed (unlabeled use): 75 mg/m² pada hari pertama setiap siklus 21 hari.
o Kanker ovarium metastatik : 75-100 mg/m² setiap 3-4 minggu.
o Intraperitonial ovarium ritonial: Cisplatin pernah diberikan secara interperitonial dengan natrium tiosulfat sistemik untuk kanker ovarium,
o dosis dinaikkan sampai 90-270 mg/m² pernah diberikan dan dipertahankan selama 4 jam sebelum pembilasan (draining).
o Kanker testis : 10-20 mg/m²/hari untuk 5 hari diulang setiap 3-4 minggu.

 Farmakologi :
Distribusi : setelah pemberian I.V, cisplatin didistribusikan secara cepat ke jaringan; konsentrasi tinggi pada ginjal,hati, ovarium, uterus, dan paru.
Ikatan protein: >90%
Metabolisme: Nonenzimatik; inaktif (pada sel darah maupun aliran darah) dengan kelompok sulfahidrill; ikatan kovalen dengan glutation dan tiosulfat.
T½ eliminasi: Jarak: 20-30 menit; beta: 60 menit; terminal: ~24 jam; t½ yang kedua : 44-73 jam
Ekskresi: Urin (>90%), feses (10%)

 Stabilitas Penyimpanan :
Simpan vial pada suhu kamar, 15°-25°C,hindari cahaya matahari langsung, larutan jangan disimpan beku karena dapat menyebabkan terjadinya endapan. Stabilitas larutan tergantung pada konsentrasi ion klorida dan harus disimpan pada larutan natrium klorida (setidaknya NaCl 0.3%). Larutan dalam NaCl, D5/0,45% NaCl atau D5/NaCl sampai mencapai konsentrasi 0.05 - 2mg/mL stabil selaam 72 jam pada 4°-25°C. Larutan infus harus mempunyao konsentrasi NaCl akhir > 0.2%.

 Kontraindikasi :
Hipersensitifitas dengan cisplatin , komponen lain yang mengandung platinum-, atau komponen lain dari sediaan (-anafilaktik pernah dilaporkan), riwayat insufisiensi ginjal, myelosupresi, gangguan pendengaran dan kehamilan

 Efek Samping :
o SSP: Neurotoksisitas, periferal neuropati pada dosis dan tegantung durasi.
o Dermatologi: Alopesia ringan.
o GI: Mual dan muntah (76%-100%)
o Hematologi: Myelosupresi (25%-30%; gejala ringan pada dosis sedang; gejala ringan sampai sedang pada dosis tinggi)
o Sel darah putih: Ringan, Platelet: Ringan, Onset: 10 hari, Nadir: 14-23 hari, recovery: 21-39 hari.
o Hepatik: Peningkatan level enzim.
o Ginjal: Nefrotoksik (gagal ginjal akut dan insufisiensi ginjal)
o Otis: Ototoksisitas (10%-30%; manifestasi ditunjukkan dengan seringnya frekuensi hilangnya pendengaran; ototoksisitas biasanya tejadi pada anak-anak.


 Interaksi :
o Dengan Obat Lain : Efek peningkatan/toksisitas: Cisplatin dan asam etekrinat pernah menghasilkan ototoksisitas pada hewan. Penundaan eliminasi bleomisin dengan laju peningkatan filtrasi glomerular. Ketika diberikan sebagai infus berikutnya, studi observasi mengindikasikan adanya potensi toksisitas ketika derivat platinum (karboplatin, cisplatin) diberikan sebelum turunan taksan (docetaksel, paklitasel). Efek penurunan: Natrium tiosulfat dan amifostin secara teori dapat menginaktivasi obat secara sistemik; telah digunakan secara klinik untuk menurunkan toksisitas sistemik pada pemberian cisplatin.
o Dengan Makanan : Hindari cohosh hitam, dong quai

 Pengaruh :
o Terhadap Kehamilan : Faktor risiko
o Terhadap Ibu Menyusui : Cisplatin didistribusi ke dalam air susu,dikontrindikasikan untuk ibu menyusui.
o Terhadap Anak-anak
o Terhadap Hasil Laboratorium
o
 Bentuk Sediaan
o Vial 50 ml
o Vial 10 mg/10 ml

 Peringatan :

Zat berbahaya – gunakan dengan peringatan untuk penanganan dan disposal. Dosis >100 mg/m2 sekali setiap 3-4 minggu jarang digunakan dan harus diverifikasi sesuai prosedur. Semua pasien harus menerima cukup hidrasi, dengan atau tanpa diuretik sebelum diberikan dan selama 24 jam setelah pemberian cisplatin. Penyesuaian dosis pada perbaikan ginjal. Kumulatif toksisitas ginjal dapat terjadi parah. Pasien lanjut usia mungkin sensitif dengan nefrotoksisitas, tentukan dosis dengan hati-hati dan monitoring sedetail mungkin. Toksisitas tergantung dosis termasuk myelosupresi, mual dan muntah.Ototoksisitas terutama pada anak-anak dengan manifestasi tinnitus atau kehilangan frekuensi pendengaran dan ketulian. Serum magnesium, seperti halnya elektrolit lain, harus dimonitor sebelum dan sesudah selama 48 jam setelah terapi cisplatin.Pada pemberian infus berturut-turut, turunan taksan (doksetaksel, palcitaksel) harus diberikan sebelum pemberian cisplatin (turunan platinum lainnya-carboplatin).

 Mekanisme Aksi :
Inhibisi sintesis DNA, pada pembentukan DNA cross-links, denaturasi untai ganda, ikatan kovalen terhadap basa DNA dan merusak fungsi DNA, mampu berikatan pada protein, bentuk isomer cis lebih sitotoksik daripada trans-isomer,keduanya merupakan DNA cross-link, tapi bentuk cis-platinum lebih mudah dikenali oleh enzim sel dan tidak bisa diperbaiki. Cisplatin dapat berikatan dengan guanin pada untai ganda dan kerusakan DNA.

TANGGUNG JAWAB PERAWAT
 Mengawasi dalam pemberian obat
 Memberikan pengarahan dalam menggunakan obat
 Memberikan informasi kepada pasien mengenai pemberian obat yang telah diberikan
 Bertanggung jawab kepada pasien selama pemberian obat
 Memberikan pelayanan yang baik kepada pasien
 Memberikan kebutuhan dasar pada pasien

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar