gambar

gambar
KETUA KELAS

Sabtu, 23 Oktober 2010

obat kanker metotreksat

Nama : Ni Luh Gede Eka Mertasari Ningrum
Kelas : B/KP/VII
Nim : 04.07.1625


Obat Kanker

Metotreksat


Golongan :
Antimetabolit


Nama & Struktur Kimia :

4-amino-4-deoxy--10-methylpteoryl-L-glutamic acid. C20H22N8O5


Sifat Fisikokimia :

Serbuk kristal berwarna kuning atau oranye, higroskopis.
Praktis tidak larut dalam air, alkohol, diklorometan, terurai dalam larutan asam mineral, basa hidroksida dan karbonat


Golongan atau Kelas Terapi :

Antineoplastik, Imunosupresan dan obat utnuk terapi paliatif

Nama Dagang :

 Emthexate Combiphar/Pharmachemie
 Methotrexat Ebewe
 Methotrexate DBL
 Methotrexate Kalbe
 Cytosafe Methotrexat
 Methotrxate Lederle

Indikasi :
Pengobatan untuk :
 neoplasma trofoblatik,
 leukemia,
 psoriasis,
 reumatoid artritis,
 termasuk terapi poliartikular juvenile reumatoid artritis (JDR);
 karsinoma payudara,
 karsinoma leher dan karsinoma kepala,
 karsinoma paru,
 osteosarkoma,
 sarcoma jaringan lunak,
 karsinoma saluran gastrointestinal,
 karsinoma esofagus,
 karsinoma testes,
 karsinoma limfoma.

Kontra Indikasi :

Hipersensitifitas dari metotreksat dan komponan lain dari sediaan; kerusakan hebat ginjal dan hati,pasien yang mengalami supresi sum-sum tulang dengan psoriasis atau reumatoid artritits,penyakit alkoholik hati,AIDS,darah diskariasis,kehamilan,menyusui.

Efek Samping :
Efek samping beragam sesuai rute pemberian dan dosis. Hematologi dan/atau toksisitas gastrointestinal biasanya sering terjadi pada penggunaan umum dari dosis umum metotreksat; reaksi ini lebih sedikit terjadi ketika digunakan pada dosis topikal untuk reumatoid artritis.

>10%
1. SSP: (dengan pemberian intratekal atau terapi dosis tinggi):
 Arachnoides: Manifestasi reaksi akut sebagai sakit kepala hebat, rigidity nuchal, muntah dan demam, dapat alleviated dengan pengurangan dosis.
 Subakut toksisitas: 10% pasien diobat dengan 12-15 mg/m2 dari intratekal metotreksat bisa membuat ini dalam minggu kedua atau ketiga dari terapi; konsis dari paralisis motor dari ekstremites,palsy nerve kranial, seizure, atau koma. Hal ini juga terlihat pada pediatrik yang menerima dosis tinggi IV metotreksat.
 Demyelinating enselopati: telihat dalam bulan atau tahun setelah menerima metotreksat; biasanya diasosiasikan dengan iradiasi kranial atau kemoterapi sistemik yang lain.
 Dermatologi: Kulit menjadi kemerahan.Endokrin dan metabolik: Hipoerurikemia,detektif oogenesis, atau spermatogenesis.
2. GI:
 Ulserativ stomatitis,
 glossitis,
 gingivitis,
 mual,
 muntah,
 diare,
 anoreksia,
 perforasi intestinal,
 mukositis (tergantung dosis; terlihat pada 3-7 hari setelah terapi, terhenti setelah 2 minggu)
3. Hematologi:
 Leukopenia,
 trombositopenia.
4. Ginjal:
 Gagal ginjal,
 azotemia,nefropati.
5. Pernafasan:
 Faringitis.

1%-10%
1. Kardiovaskular: Vaskulitis.SSP:
 pusing,
 malaise,
 enselopati,
 seizure,
 demam,
 chills.
2. Dermatologi:
 Alopesia,
 rash,
 fotosensitivias,
 depigmentasi atau hiperpigmentasi kulit.
3. Endokrin dan metabolik:
 Diabetes.
4. Genital:
 Cystitis.
5. Hematologi:
 pendarahan.
6. Myelosupresif: Terutama faktor batas-dosis (bersama dengan mukositis) dari metotreksat, terjadi sekitar 5-7 hari setelah terapi, dan harus dihentikan selama 2 minggu.
7. WBC: Ringan, Platelet: Sedang, Onset: 7 hari, Nadir: 10 hari, Recovery: 21 hari
8. Hepatik: Sirosis dan fibrosis portal pernah diasosiasikan dengan terapi kronik metotreksat, evaliasi akut dari enzym liver adalah biasa terjadi setelah dosis tinggi dan biasanya resolved dalam 1 hari.Neuromuskular dan skeletal: Arthalgia.Okular: Pandanga
9. Renal: Disfungsi ginjal: Manifestasi karena abrupt rise pada serum kreatinin dan BUN dan penurunan output urin, biasa terjadi pada dosis tinggi dan berhubungan dengan presipitasi dari obat.
10. Respiratori: Penumositis: Berhubungan dengan demam, batuk, dan interstitial pulmonary
11. infitrates; pengobatan dengan metotreksat selama reaksi akut; interstitial pneumisitis pernah dilaporkan terjadi dengan insiden dari 1% pasien dengan RA (dosis 7.5-15 mg/minggu).

<1% (terbatas sampai penting untuk penyelamatan hidup):
1. Neurologi akut sindrom (pada dosis tinggi- simptom termasuk kebingungan, hemiparesis, kebutaan transisi,dan koma);
2. anafilaksis alveolitis;
 disfungsi kognitif (pernah dilaporkan pada dosis rendah),
 penurunan resistensi infeksi,
 eritema multiforma,
 kegagalan hepatik,
 leukoenselopati (terutama mengikuti irasiasi spinal atau pengulangan terapi dosis tinggi),
 disorder limpoproliferatif,
 osteonekrosis dan nekrosis jaringan lunak (dengan radioterapi),
 perikarditis,
 erosions plaque (Psoriasis),
 seizure (lebih sering pada pasien dengan ALL),
 sindrom Stevens – Johnson,
 tromboembolisme


Mekanisme Kerja Obat :

Metotreksat adalah antimetabolit folat yang menginhibisi sintesis DNA.Metotreksat berikatan dengan dihidrofolat reduktase, menghambat pembentukan reduksi folat dan timidilat sintetase, menghasilkan inhibisi purin dan sintesis asam timidilat. Metotreksat bersifat spesifik untuk fase S pada siklus sel. Mekanisme kerja metotreksat dalam artritis tidak diketahui, tapi mungkin mempengaruhi fungsi imun. Dalam psoriasis, metotreksat diduga mempunyai kerja mempercepat proliferasi sel epitel kulit.

Tanggung Jawab Perawat :

 memberikan kompensasi atau informasi terhadap apa-apa yang sudah dilakukan perawat dalam melaksanakan tugas.
 perawat dituntut untuk bertanggung jawab dalam setiap tindakannya khususnya selama melaksanakan tugas di rumah sakit, puskesmas, panti, klinik atau masyarakat.
 mengenal kondisi klien,
 melakukan operan,
 memberikan perawatan selama jam dinas,
 tanggung jawab dalam mendokumentasikan,
 bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan klien,
 bertanggung jawab dalam jumlah klien yang sesuai dengan catatan dan pengawasannya, dan kadang-kadang ada klien pulang paksa atau pulang tanpa pemberitahuan,
 bertanggung jawab bila ada klien tiba-tiba tensinya drop tanpa sepengetahuan perawat. dsb.
 bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan dasar
 bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan


Kemasan Obat :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar