gambar

gambar
KETUA KELAS

Sabtu, 13 Maret 2010

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)

ASUHAN KEPERAWATAN (AIDS)

TINJAUAN TEORI

A. PENGERTIAN

AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan suatu penyakit yang cara kerjanya menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS disebabkan karena virus yang bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus) masuk ke dalam tubuh manusia, yang ditandai dengan berbagai gejala, termasuk immunodefisiensi berat disertai infeksi oportunistik dan keganasan serta degerasi susunan saraf pusat.HIV dengan cepat akan melumpuhkan sistem kekebalan manusia. Setelah sistem kekebalan tubuh lumpuh, seseorang penderita AIDS biasanya akan meninggal karena suatu penyakit (disebut penyakit sekunder) yang biasanya akan dapat dibasmi oleh tubuh seandainya sistem kekebalan itu masih baik. Virus HIV menginfeksi berbagai jenis sel system imun termasuk sel-T, macrofag dan seldendritik.

B. ETIOLOGI

1. Human immunodefisiensi virus (HIV).
2. Virus RNA.
3. RNA REVERSE TRANS- DNA

C. DIAGNOSIS AIDS

bila seseorang mengalami infeksi oportunistik, dimana menunjukkan adanya immunodefisiency (Sel-T 200/mm3) dan menunjukkan adanya antibody yang positif terhadap HIV.
Sering berhubungan dengan :
· Dementia yang progresif
· Wasting syndrome
· Kanker

D. GEJALA

Gejala Mayor :

o BB menurun atau gagal tubuh
o Diare > 1 bulan (kronis/berulang).
o Demam > 1bulan (kronis/berulang)
o Infeksi sal.nafas bawah yang parah atau menetap.

Gejala Minor :

o Lymfadenopati generalisata atau hepatosplenomegali.
o Kandidiasis oral.
o Infeksi THT yang berulang.
o Batuk kronis
o Dermatitis generalisata
o Encefalit

E. INSIDEN :

· Kecenderungan berkembang pada masa datang
· Terjadinya mutasi sel yang dipengaruhi oleh virus
· Mulai berkembang pada tahun 1981
· Dilaporkan → AS 1994 terdpt 270.870 kematian dewasa, remaja dan anak-anak.
· Angka kematian meningkat sangat tinggi
· 90 % mengalami kondisi penyakit semakin berat dan meninggal dlm 4 th setelah terdiagnosa AIDS
· insiden infeksi meningkat tajam pada wanita

F. FAKTOR RESIKO :

· Pria dengan homoseksual
· Pria dengan biseksual
· Pengguna IV drug
· Transfuse darah dari ODHA
· Pasangan heteroseksual dengan pasien infeksi HIV
· Anak yang lahir dengan ibu yang terinfeksi

→ Diketahui bahwa virus dibawa dalam limfosit yang terdapat pada sperma memasuki tubuh melalui mucosa yang rusak, melalui ASI, kerusakan permukaan kulit.
→ Ditularkan dari orang ke orang melalui pertukaran cairan tubuh, termasuk darah, semen, cairan vagina dan air susu ibu.

G. PATOFISIOLOGI:

Menginfeksi limfosit T4 dan monosit. Partikel-2 HIV bebas yang dilepas dari sel yang terinfeksi dapat berikatan dengan sel lain yang tidak terinfeksi. Segera setalah masuk kedalam sel, enzim dalam kompleks nukleoprotein menjadi aktif dan dimulailah siklus reproduksi.
Limfosit T, monosit/makrofag adalah sel pertama yang terinfeksi. Besar kemungkinan bahwa sel dendritik berperan dalam penyebabaran HIV dalam jaringan limfoid fungsi sel dendritik menangkap antigen dalam epitel lalu masuk melalui kontak antar sel. Dalam beberapa hari jumlah virus dalam kelenjar berlipat ganda dan mengakibatkan viremia. Pada saat itu jumlah virus dalam darah infeksi akut.
Viremia menyebabkan virus menyebar diseluruh tubuh dan menginfeksi sel T, monosit maupun makrofag dlm jaringan limfoid perifer. Sistem immun spesifik akan berupaya mengendalikan infeksi yang nampak dari menurunnya kadar viremia. Setelah infeksi akut, berlangsung fase kedua dimana kelenjar getah bening dan limfa merupakan tempat replikasi virus dan dekstruksi jaringan secara terus menerus fase laten. Destruksi sel T dalam jaringan limfoid terus berlangsung sehingga jumlah sel T makin lama makin menurun (jumlah sel T dalam jaringan limfoid 90 % dari jumlah sel T diseluruh tubuh).
Selama masa kronik progresif, merespon imun terhadap infeksi lain akan meransang produksi HIV dan mempercepat dekstruksi sel T, selanjutnya penyakit bertambah progresif dan mencapai fase letal yang disebut AIDS.
· Viremis meningkat drastis karena karena replikasi virus di bagian lain dalam tubuh meningkat pasien menderita infeksi oportunistik, cacheksia, keganasan dan degenerasi susunan saraf pusat.
· Kehilangan limfosit T menyebabkan pasien peka terhadap berbagai jenis infeksi dan menunjukkan respon immune yang inefektif terhadap virus onkogenik.
→ Masa inkubasi diperkirakan bervariasi → 2 – 5 tahun

H. MANIFESTASI KLINIS :

· Manifestasi klinis AIDS menyebar luas dan pada dasarnya mengenai setiap sistem organ.
· Pneumonia disebabkan oleh protozoa pneumocystis carini (paling sering ditemukan pada penderita AIDS) sangat jarang mempengaruhi orang sehat. Gejala: sesak nafas, batuk-batuk, nyeri dada, demam – tidak teratasi dapat gagal nafas (hipoksemia berat, sianosis, takipnea dan perubahan status mental).
· Gagal nafas dapat terjadi 2 – 3 hari
· TBC
· Nafsu makan menurun, mual, muntah
§ Diare merupakan masalah pd klien AIDS → 50% – 90%
· Kandidiasis oral – infeksi jamur
· Bercak putih dalam rongga mulut → tidak diobati dapat ke esophagus dan lambung.
· Wasthing syndrome → penurunan BB/ kaheksia (malnutrisi akibat penyakit kronis, diare, anoreksia, malabsorbsi gastrointestinal)
· Kanker : klien AIDS insiden lebih tinggi → mungkin adanya stimulasi HIV thdp sel-2 kanker yang sedang tumbuh atau berkaitan dng defesiensi kekebalan → mengubah sel yang rentang menjadi sel maligna.
· Sarcoma kaposis → kelainan maligna berhubungan dgn HIV (paling sering ditemukan) → penyakit yang melibatkan endotel pembuluh darah dan linfe. Secara khas ditemukan sebagai lesi pd kulit sebagian tungkai terutama pada pria. Ini berjalan lambat dan sudah diobati. Lokasi dan ukuran lesi dpt menyebabkan statis aliran vena, limfedema serta rasa nyeri. Lesi ulserasi akan merusak intergritas kulit dan meningkatkan ketidak nyamanan serta kerentanan thdp infeksi.
· Diperkirakan 80 % klien AIDS mengalami kalianan neurologis → gangguan pd saraf pusat, perifer dan otonom. Respon umum pd sistem saraf pusat mencakup inflamasi, atropi, demielinisasi, degenerasi dan nekrosis.
· Herpes zoster → pembentukan vesikel yang nyeri pd kulit.
· Dermatitis seboroik→ruam yang difus, bersisik yang mengenai kulit kepala dan wajah.
· Pada wanita: kandidiasis vagina → dapat merupakan tanda pertama yang menunjukkan HIV pd wanita.

1. Pemeriksaan diagnostic :

· Serologis : skrining HIV dengan ELISA, Tes western blot, limfosit T
· Pemriksaan darah rutin
· Pemeriksaan neurologist
· Tes fungsi paru, broskoscopi

J. PENATALAKSANAAN:

· Belum ada penyembuhan bagi AIDS, sehingga pencegahan infeksi HIV perlu dilakukan. Pencegahan berarti tdk kontak dgn cairan tubuh yang tercemar HIV.
· Pengobatan pd infeksi umum
· Penatalaksanaan diare
· Penatalaksanaan nutrisi yang adekuat
· Penanganan keganasan
· Terapi antiretrovirus
· Terapi alternative : terapi spiritual, terapi nutrisi, terapi obat tradisional, terapi tenaga fisik dan akupungtur, yoga, terapi massage, terapi sentuhan.

KONSEP KEPERAWATAN
PENGKAJIAN

1. Aktifitas /istirahat :
· Mudah lelah, berkurangnya tolerangsi terhdp aktifitas, kelelahan yang progresif
· Kelemahan otot, menurunnya massa otot, respon fisiologi terhdp aktifitas
2. Sirkulasi
· Proses penyembuhan lika yang lambat, perdarahan lama bila cedera
· takikardia, perubahan tekanan darah postural, volume nadi periver menurun, pengisian kapiler memanjang
3. Integritas ego
· Faktor stress yang berhubungan dgn kehilangan: dukungan keluarga, hubungan dgn org lain, pengahsilan dan gaya hidup tertentu
· Menguatirkan penampilan: alopesia, lesi , cacat, menurunnya berat badan
· Merasa tdk berdaya, putus asa, rsa bersalah, kehilangan control diri, dan depresi
· Mengingkari, cemas, depresi, takut, menarik diri, marah, menangis, kontak mata kurang
4. Eliminasi.
· Diare, nyeri pinggul, rasa terbakar saat berkemih
· Faeces encer disertai mucus atau darah
· Nyerio tekan abdominal, lesi pada rectal, perubahan dlm jumlah warna urin.
5. Makanan/cairan :
· Tidak ada nafsu makan, mual, muntah
· Penurunan BB yang cepat
· Bising usus yang hiperaktif
· Turgor kulit jelek, lesi pada rongga mulut, adanya selaput putih/perubahan warna mucosa mulut
· Adanya gigi yang tanggal. Edema
6. Hygiene
· Tidak dapat menyelesaikan ADL, memepeliahtkan penampilan yang tdk rapi.
7. Neurosensorik
· Pusing,sakit kepala.
· Perubahan status mental, kerusakan mental, kerusakan sensasi
· Kelemahan otot, tremor, penurunan visus.
· Bebal,kesemutan pada ekstrimitas.
· Gayaberjalan ataksia.
8. Nyeri/kenyamanan
· Nyeri umum/local, sakit, rasaterbakar pada kaki.
· Sakit kepala, nyeri dada pleuritis.
· Pembengkakan pada sendi, nyeri kelenjar, nyeri tekan, penurunan ROM, pincang.
9. Pernapasan
· Terjadi ISPA, napas pendek yang progresif, batuk produktif/non,
sesak pada dada, takipnou, bunyi napas tambahan, sputum kuning.
10. Keamanan
· Riwayat jatuh, terbakar, pingsan, lauka lambat proses penyembuhan
· Demam berulang
11. Seksualitas
· Riwayat perilaku seksual resiko tinggi, penurunan libido, penggunaan kondom yang tdk konsisten, lesi pd genitalia, keputihan.
12. Interaksi social
· Isolasi, kesepian,, perubahan interaksi keluarga, aktifitas yang tdk terorganisir

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Resiko terjadinya infeksi b/d depresi system imun, aktifitas yang tdk terorganisir
2. Defisit volume cairan tubuh b/d diare berat, status hipermetabolik.
3. Nutrisi kurang dari kebutuhan b.d hambatan asupan makanan (muntah/mual), gangguan intestinal, hipermetabolik.
4. Pola nafas tidak efektif b/d penurunan ekspansi paru, melemahnya otot pernafasan.

SUMBER :
1. Askep AIDS, http://hidayat2.wordpress.com/2009/05/12/askep-aids/
2. http://www.petra.ac.id/science/aids/aids.htm
3. http://www.tempointeraktif.com/hg/narasi/2004/03/26/nrs,20040326-06,id.html

PENULIS :
Ardhian Indra D
B/KP/VI
04.07.1608

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar