gambar

gambar
KETUA KELAS

Kamis, 11 Maret 2010

PERAWATAN UMUM PASIEN STROKE

Kebanyakan morbilitas dan mortalitas stroke berkaitan dengan komplikasi non neurologis, yang dapat dinimalkan dengan beberapa perawatan umum berikut ini:
  1. Demam: demam dapat mengeksaserbasi cedera otak iskemik dan harus diobati secara agresif dengan antipiretik(asetaminofen) atau kompres dingin, jika diperlukan.
  2. Nutrisi : pasien stroke memiliki risiko tinggi untuk aspirasi. Bila pasien sadar penuh, tes kemampuan menelan dapat dilakukan dengan memberikan satu sendok the air putih kepada pasien dengan posisi setengah duduk dan kepala fleksi ke depan sampai dagu menyentuh dada, perhatikan apakah pasien tersedak atau batuk dan terjadi perubahan suara (negative). Bila tes menelan negative atau pasien dengan kesadaran menurun, berikan makan enteral melalui pipa nasoduodenal ukuran kecil dalam 24 jam pertama setelah onset stroke.
  3. Hidrasi intravena: hipovolemia sering ditemukan pada pasien strok dan harus dikoreksi dengan kristaloid isotonis. Cairan hipotonis (misalkandekstrosa 5% dalam air, larutan NaCl 0,45%) dapat memperhebat edema serebri dan harus dihindari.
  4. Glukosa : hiperglikemia dan hipoglikemia dapat menimbulkan eksaserbasi iskemia. Walaupun relevansi klinis dari efek ini pada manusia belum jelas, tetapi para ahli sepakat bahwa hiperglikemia (kadar glukosa darah sewaktu>200mg/dl0 harus dicegah. Skala luncur (sliding scale) setiap jam selama 3-5 hari sejak onset stroke. <50mg/dl>400 mg/dl : Insulin 20 unit intravena
  5. Perawatan paru :fisioterapi dada setiap 4 jam harus dilakukan untuk mencegah atelektasis paru pada pasien yang tidak bergerak.
  6. Aktivitas :pasien dengan stroke harus dimobilisasi dan dilakukan fisioterapi sedini mungkin bila kondisi klinis neurologis dan hemodinamik stabil. Untuk fisioterapi pasif pada pasien yang belum boleh bergerak, perubahan posisi badan dan ekstremitas setiap 2 jam untuk mencegah dekubitus, latihan gerak sendi anggota badan secara pasif 4 kali sehari untuk mencegak kontraktur. Splin tumit untuk mempertahankan pergelangan kaki dalam posisi dorsofleksi dapat juga mencegah pemendekan tendo Achiles. Posisi kepala 30derajat dari bidang horizontal untuk menjamin aliran darah yang adekuat ke otak dan aliran balik venadari otak ke jantung, kecuali pada pasien dengan hipotensi(posisi datar), pasien dengan muntah-muntah(dekubitus lateral kiri), pasien dengan gangguan jalan napas (posisi kepala ekstensi). Bila kondisi memungkinkan maka pasien harus segera dimobilisasi aktif ke posisi tegak, duduk dan pindah ke kursi sesuai toleransi hemodinamik dan neurologis.
  7. Neurorestorasi dini :stimulasi sensori, kognitif, memori, bahasa , emosi, serta visuospasial harus dilakukan sedini mungkin untuk mempercepat restorasi fungsi-fungsi otak yang terganggu. Depresi atau amnesia juga harus dikenali dan diobati sedini mungkin.
  8. Profilaksis thrombosis vena dalam : di luar negeri, pasien stroke iskemik dengan imobilisasi lama yang tidak dalam pengobatan heparin intravena harus diobati dengan heparin 5000 unit atau Fraksiparin 0,3cc setiap 12 jam selama 5-10 hari untuk mencegah pembentukan trombus dalam vena profunda, karena insidennya sangat tinggi. Terapi ini juga dapat diberikan pada pasien dengan perdarahan intraserebral setelah 72 jam lama onset. Di Indonesia, terapi ini masih diperdebatkan karena angka kejadian thrombosis vena paska stroke jarang dilaporkan.
  9. Perawatan vesika: kateter urin menetap (kateter Foley) sebaiknya hanya dipakai dengan pertimbangan khusus (kesadaran menurun, demensia, afasia global). Pada pasien sadar dengan gangguan berkemih, kateterisasi intermiten secara steril setiap 6 jam lebih disukai untuk mencegah kemungkinan infeksi, pembentukan batu, dan gangguan sfingter vesika terutama pada pasien laki-laki yang mengalami retansi urin atau pasien wanita dengan inkontinensia atau retensio uri. Latihan vesika harus dilakukan sedini mungkin bila pasien sudah sadar.


sumber :
Smaltzer, Suzanne C..2001. Buku ajar keperawatan medical-bedah Brunner & Suddarth. Jakarta :EGC

by : Luh Putu Yuniartini (~_~)
04.07.1621

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar